Jalan Wastukencana no.2 Bandung bagum.setdabdg@gmail.com
Note : Bagum Berkah Bahagia
Kotak Interaktif

Pendopo berlokasi di Jl. Dalem Kaum no.56, Pembangunan Pendopo dimulai tahun 1811 dan selesai tahun 1812.

Bangunan ini terkenal dengan arsitektur etnik dan atap limas yang masih terjaga keasliannya.

Saat itu bangunan tersebut dipelopori oleh Bupati Bandung ke 6, Wiranatakusumah II yang Bernama asli Raden Indrareja dan kerap dipanggil Dalem Kaum.  

Pendopo memiliki luas 18.984 m dan terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan utama seluas 1.805,25 m, bangunan pendopo 470 m, bangunan barat 175 m, bangunan timur 445 m dan halaman seluas 15.475 m.   

Pendopo WaliKota Bandung merupakan bangunan pertama yang dibangun dikawasan Alun-alun Bandung dan bangunan pertama yang menjadi pusat pemerintahan.

Berdirinya Pendopo juga beriringan dengan berdirinya Kota Bandung.Pembangunan pendopo juga merupakan satu kesatuan dengan Pembangunan Jalan Pos atau Grote Postweg yang dilakukan oleh Gubernur Jendral Daendels.Memindah ibukota yang tadinya di Dayeuh Kolot dan menurut Pemerintahan Tradisional saat itu pusat pemerintahan terletak  di sebelah Selatan tepatnya disebrang Alun-alun, Masjid raya berada di sebelah Barat Alun-alun dan Pasar Baru berada di sebelah timur Alun-alun kota Bandung.

Bentuk dari Pendopo ini limas ada pengaruh hindu dan kalau kita garis linear bangunan ini menghadap ke Tangkuban Perahu yang merupakan symbol kepercayaan Sejarah Masyarakat sunda pada masa itu. Titik pertama terdapat pohon beringin yang diapit oleh dua dinding berlonceng.Pohon tersebut memiliki arti Pemimpin Kota Bandung ingin mengayomi atau menaungi masyarakatnya.  

Sementara pada loncengnya, Di masa pemerintahan Belanda lonceng  tersebut menandakan kematian atau dibunyikan saat hendak ada eksekusi mati. Disini terdapat 2 buah lonceng namun yang asli dibangun pertama kali terletak pada sebelah kanan pendopo. Dan dinding berlonceng sebelah kiri itu dibangun pada era kepemerintahan Wali Kota Dada Rosada dan terdapat pahatan inisial DH di dindingnya. Masuk ke bagian bangunan belakang pendopo yg disebut Ruang Kenegaraan. Ruangan ini biasanya digunakan Wali Kota Bandung untuk menerima tamu VIP baik domestic maupun dari mancanegara.Dan terlihat ada satu pintu besar di Tengah ruangan yang tertutup rapat, pintu tersebut adalah ruang pribadi Wali Kota yang terdiri dari ruang tv, ruang makan, dapur dan kamar tidur. Ruangan Pendopo atau Serbaguna Bangunan terbuka ini digunakan sebagai ceremonial khusus untuk pelantikan atau acara-acara tertentu. Ruangan bangunan ini terbuka dan tidak memiliki pintu karena agar dapat diakses oleh Masyarakat dari arah manapun. Dulunya pendopo ini berdinding kayu dan beratap ilalang. Pada tahun 1850 dilakukan renovasi oleh Bupati Wiranatakusumah IV sehingga dindingnya diganti dengan tembok bata dan atapnya dari genteng. Dan tahun 1935 dibangun tempat tinggal bupati di belakang Pendopo yang merupakan hasil rancangan Presiden Soekarno. Disini juga terdapat Gong Integritas Bangsa yang juga ada di Museum Asia Afrika. Gong itu pada bagian penyangga tertulis “Bangkitkan Kembali Integritas bangsa”, dan terdapat symbol-simbol lima agama di Indonesia dan lambang 34 Provinsi di Indonesia.